Bab 43 Celina duduk di sofa ruangan Luis dengan wajah menunduk. Luis memintanya untuk ke kantor dan Andreas mencari salep luka memar. Setelah mendapatkannya ia menghampiri Celina yang sejak tadi diam saja. Luis duduk di samping Celina. Pria itu menatap iba wanita yang beberapa hari ini diabaikannya. Luis membuka tutup salep dan mengoles ke wajah Celina. Cukup memar hingga bekasan telapak tangan telihat. "Aduh sakit, Tuan. Pelan-pelan," rintih Celina ketika tangannya mengoles ke pipinya. Luis tersenyum tipis. "Tahan sedikit. Nanti wajahmu sudah jelek makin jelek." Luis melirik netra Celina. Ia menahan tawa. Sejak tadi Celina membuang muka, enggan melihatnya. Tapi Luis memiliki berbagai cara agar Celina tak merajuk apalagi banyak panggilan dan pesan yang diabadikannya. "Kalau aku jelek kenapa mau sama aku." Celina merajuk merebut salep yang dipenggang Luis. Ia mengoles ke wajahnya sendiri. Malas bertatapan dengannya. "Ya, karena ...." Luis tak melanjutkan perkataannya ia juga bi
Last Updated : 2025-12-26 Read more