Bab 59Kedua netranya menatap deretan pesan dan panggilan masuk. Ia memilih satu pesan yang paling terpenting, netra Celina membesar membaca pesan itu. Pesan dari adiknya membuat dirinya terkejut dan panik. [Ibu sakit, asmanya kumat. Ia ingin bertemu Kakak. Pulanglah, Kak.] [Kak, Ibu cariin Kakak] [Kak asma Ibu kambuh] Puluhan pesan dan panggilan dari adiknya memanggil Celina. Tapi saat pesan itu dikirim. Celina sedang berada di hutan dan dikelilingi pria yang hendak melecehkannya. Firasat seorang Ibu tidak bisa diabaikan. "Aku harus pergi!" Celina hendak bangkit. Tapi Vina menahannya. "Ada apa? Kamu masih sakit, gak boleh pergi. Lihatlah tubuhmu." "Ibuku sakit. Dia cariin aku. Riana kirim pesan sejak semalam. Aku harus lihat keadaan Ibu. Asmanya kambuh." "Tapi, kamu bilang gak mau lihat ibumu sedih. Lihat keadaan kamu, Cel. Kalau kamu pulang pasti ia tahu kejadian semalam. Ibumu pasti ikut sakit juga." Celina terdiam ia menatap tubuhnya yang memar. Apa yang dikatakan Vina me
Last Updated : 2026-01-07 Read more