Bab 33 Celina mengusap dada. Kenapa supir berkata langsung di depan Anabel. Tapi supir juga tidak tahu apa yang dipikirkan Celina. Jadi supir itu tak sepenuhnya bersalah, harap dimaklumi. Anabel masih meminta penjelasan terlihat dari netranya yang tak berpaling. Sedangkan Celina terlihat biasa aja. Berpura-pura tak paham. "Eh, itu asrama kamu bukan?" Celina menujukkan gedung di pinggir jalan. Di sana dipasang pagar sangat tinggi tertulis keterangan di papan. Asrama putri. "Iy. Ayo mampir aku punya koleksi buku bagus. Kita bisa baca bareng." Anabel menarik lengan Celina, tapi ia tak bisa. Apalagi Luis sudah mencarinya. "Maaf, ada yang harus aku kerjakan. Next aja." "Ya sudah. Tapi janji bakalan main, ya." Celina hanya mengangguk saja. Ia juga tak tahu kapan ada waktu. Anabel sudah masuk ke gedung asrama dan ia menepuk bahu supir. "Pak, Tuan Luis cariin saya untuk apa?" "Tuan hanya memastikan kalau Nona sudah sampai. Tuan Luis menunggu Anda. Kita harus segera sampai." "Ya sud
Dernière mise à jour : 2025-12-18 Read More