Bab 21 Kamar hotel itu masih dipenuhi sisa-sisa kehangatan dari hubungan mereka semalam. Napas Celina belum benar-benar stabil, pipinya memerah, rambutnya berantakan menutupi sebagian wajah. "Lepas, Tuan atau aku akan teriak," ancam Celina, suaranya serak, sorot mata berkilat ia berusaha menjauhkan tubuh Luis justru pinggang rampingnya dipeluk erat Luis hingga tak bisa bergerak. Tangan Luis sangat kuat, Celina tak mampu melepaskannya. Tatapan Celina tajam penuh amarah, berbeda dengan Luis. Celina merasakan tubuhnya melemah. Ia memalingkan wajah, ingin melepaskan diri, tapi pelukan Luis begitu kuat membuatnya sulit menolak. "Kamu yang mengodaku." Suara Luis berat, Luis menarik pinggang Celana lebih erat. Bibir Luis menyentuh puncak kepala Celina. Tubuh Celina tersentak. Selimut Celina melorot menampilkan sebagian tubuhnya. Luis menelan saliva kenapa makhluk di hadapannya begitu cantik dan mempesona. Ia ingin merebahkan tubuh Celina ke atas kasur. Luis tersenyum kecil di b
Dernière mise à jour : 2025-12-08 Read More