BAB 144 BERDAMAILorong ICU selalu senyap. Tidak ada suara selain dengung pendingin udara dan detak mesin monitor dari balik kaca. Liam berdiri bersandar di dinding, kedua lengan terlipat, pandangannya terus terarah pada tubuh Eva yang terbaring di balik jendela kaca. Aron berdiri di sisi seberang, punggungnya menempel ke dinding, tangan terkunci keras di kedua sisi tubuhnya.Beberapa menit berlalu dalam diam.Kemudian, Aron Loghan terdengar menarik napas panjang dan berat, seolah butuh waktu sekian lama bagi seorang pria penuh kendali untuk menurunkan egonya.“Aku… berhutang padamu,” akhirnya Aron Loghan buka suara, pelan namun jelas.Liam tidak menoleh, tapi dagunya sedikit terangkat, memperlihatkan bahwa ia sebenarnya mendengar.Aron menelan ludah. Luka di bibirnya perih setiap kali ia berbicara, tapi ia tetap melanjutkan, “Jika bukan karena kau… mungkin Eva tidak akan bertahan.”Masih belum ada jawaban. Liam tetap menatap Eva, namun kelopak matanya bergerak sedikit, ia tidak acuh.
Última atualização : 2026-01-29 Ler mais