BAB 153 MOMEN BERDUAUdara pedesaan Canterbury pada malam tahun baru terasa begitu dingin hingga tiap hembusan napas membentuk uap kabut tipis. Salju turun perlahan, menutup atap rumah-rumah batu tua, pagar kayu, dan jalan setapak yang sepi. Dari kejauhan, lonceng tua berdentang, bergema menyatu dengan suara tawa orang-orang desa yang merayakan malam pergantian tahun di pub kecil di sudut jalan.Namun Liam dan Eva memilih berjalan ke bukit, sebuah tempat yang sejak kecil selalu jadi impian Eva untuk melihat kembang api. Pickup tua Liam berhenti di jalan tanah yang menanjak, keduanya turun dengan tertawa kecil, kaki mereka menjejak lapisan salju tipis.“Pegangan yang kuat, licin sekali jalannya,” ucap Liam sambil mengulurkan tangan utuk Eva.Eva menatap jemari Liam, lalu meraihnya tanpa ragu. “Aku tidak menyangka… akhirnya benar-benar sampai juga di sini. Dulu aku selalu ingin ikut denganmu dan David tapi nenekku selalu melarang.”Liam tersenyum samar, mengangkat alisnya. “Mimpi masa k
最終更新日 : 2026-02-01 続きを読む