“Iya, sabar, Sayang…” Aura kembali menenangkannya.Setelah Pras mulai tenang, Aura pun menyampaikan apa yang terjadi pada Mikayla.“Kata dokter, tekanan darahnya rendah sekali. Sepertinya anak ini tidak makan dengan baik selama berhari-hari. Tubuhnya lemah, apalagi tadi dia sempat dipukul dan ditendang oleh teman-temannya.”Pras tak menyahut. Namun netranya tertuju pada gadis yang terbujur di ranjang pasien, dengan selang infus terpasang di tangannya. Mendengar penjelasan itu saja sudah membuat dadanya terasa berat. Kasihan juga.“Mika beruntung,” lanjut Pras pelan, “Kau masih datang menyelamatkannya. Kalau tidak, entah bagaimana keadaannya sekarang.”“Mas sudah tahu?” Aura mengernyit Pras menyampaikan hal itu.“Iya,” jawab Pras singkat. “Rico langsung dapat laporan dari pihak keamanan mal. Dia mengabariku saat aku baru tiba di rumah sakit ini.”“Iya, Mas. Anak-anak itu mengerikan sekali. Sepertinya mereka mengancam Mika karena takut ikut tertangkap polisi,” ujar Aura lirih.Panggilan
Last Updated : 2026-01-15 Read more