"Ramli, siapa dia, Nyonya?" Aland pura-pura tidak tahu. Dengan wajah super polosnya, pria itu seolah baru mendengar nama itu disebut oleh Vina. Vina langsung menjauh dari Aland dan terlihat salah tingkah. "Bukan siapa-siapa, dia cuma pelayanku dulu. Nggak tahu kenapa aku merasa tatapan mata kamu sama seperti tatapan matanya. Aku merasa Ramli seperti ada di sini. Tapi itu tidak mungkin, kamu bukan dia!" jawab wanita itu sambil menggelengkan kepalanya. "Pasti dia pelayan yang sangat baik, sampai-sampai Nyonya masih memikirkannya. Saya jadi iri!" kata Aland pura-pura ikut merasakan apa yang terjadi pada Ramli. Vina menghela napas panjang, ia tidak bisa memungkirinya. Bahkan, sampai detik ini pun Ramli masih ada di hatinya dan tak akan pernah tergantikan oleh siapa pun. "Ya, dia pria yang sangat baik, lugu, sopan, dan sangat menghormatiku. Entah di mana dia saat ini, semoga saja dia baik-baik saja dan bahagia bersama anak-anaknya!" kata Vina lagi. "Memangnya Ramli ada di mana
Terakhir Diperbarui : 2026-01-23 Baca selengkapnya