Jempol Aland masih mengurut kaki Vina, meluruskan otot-otot yang tegang itu. Di sisi lain, Vina semakin mencengkram lengan Aland dengan erat, seperti benang layangan yang dibawa ke sana kemari. "Awww, awww... Sakit, sudah kubilang jangan keras-keras!" teriak Vina karena ia tak tahan dengan rasa sakit di kaki bahkan merembet ke pinggangnya juga. "Ini sudah pelan, Nyonya. Memang pijatannya agak dalam, kalau tidak segera dipijat, maka nanti ototnya makin tegang dan Nyonya bakal susah bergerak!" kata Aland. Terpaksa, Vina menurut dan ia harus menahan lagi rasa sakit karena pijatan itu. "Aaaahhhhh!" Vina berteriak lagi dan semakin keras. "Tahan, Nyonya!" Setelah Aland berhasil mengurut kaki Vina, pria itu pun tersenyum karena otot-otot yang keseleo kembali ke semula. "Sudah, Nyonya. Bagaimana, apa masih sakit?" tanya Aland sambil menoleh ke arah Vina yang terlihat sedang mengambil napas banyak-banyak. Vina menggerakkan menggerakkan kakinya dan ajaibnya, ia tidak merasakan sak
Terakhir Diperbarui : 2026-01-24 Baca selengkapnya