Beranda / Urban / Ah! Mantap Mas Ramli / Bab 245 gentong susunya anak-anak

Share

Bab 245 gentong susunya anak-anak

Penulis: Miss Luxy
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-22 23:19:17

"Tapi, Vin! Aku nggak ngerti kamu ngomong apa? Siapa yang jahat?" Felix berusaha mengelak, tapi Vina sepertinya sudah terlanjut percaya pada Aland.

"Nggak usah pura-pura baik. Aku sudah tahu semuanya. Ternyata kamu jahat banget tahu nggak. Aku pikir kamu laki-laki yang baik, yang bisa dijadikan teman. Tapi ternyata apa! Kamu sama aja seperti mantan suamiku! Tega kamu ya bikin aku nggak sadar lalu kamu bawa aku pergi untuk berbuat mesum! Untung saja ada Bastian, kalau tidak, aku nggak tahu apa
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 303 pertanyaan cerdas cermat

    "Non Ayu, ayo kita pulang! Bapak takut nanti dimarahi Tuan!" Tiba-tiba suara sopir itu mengejutkan Vina dan Ayu. Vina sendiri tidak bisa menahan anak-anak itu. Mereka harus pulang ke rumah. Pasti Ramli sudah khawatir karena anak-anaknya belum pulang. "Ya sudah, Ayu pulang gih! Biar nggak dimarahi sama ayah!" ucap Vina sembari mengusap lembut pipi gadis itu. "Ya udah deh! Kami pulang dulu ya, Bu!" Vina mengangguk dan membiarkan kedua anak itu untuk pulang. Setidaknya dirinya bisa lega bisa bertemu dengan anak-anak lucu itu. Hanya Rendra saja yang belum ia lihat. Mungkin sekarang wajah anak itu sudah lebih dewasa. Dari kejauhan Vina memperhatikan Bagas dan Ayu masuk ke dalam sebuah mobil mewah warna hitam. Untuk sejenak Vina mengerutkan keningnya. Mobil yang ditumpangi oleh kedua anak itu bukan mobil sembarangan. Mobil sejenis BMW seri 3 LCI yang harganya bukan kaleng-kaleng. Nyatanya kedua anak Ramli yang menaikinya. Lantas, benarkah sekarang Ramli sudah menjadi jutawa

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 302 ayah masih membujang

    Dengan cepat Ayu menjawabnya. "Ayah nggak pernah mau nikah lagi, Bu. Ayah masih membujang sampe sekarang. Padahal ada Tante Viola, Tante Irene, Tante Susi, Mbak Sonya, Mbak Vika sama Mbak Dena pada nyatain cinta sama ayah. Tapi ayah ogah-ogahan dan nggak mau. Mending menduda selamanya daripada hidup sama wanita yang nggak dicintai, gitu katanya!" Mendengar kata-kata Ayu. Serasa membuat Vina terbang ke langit, ia tahu jika Ramli begitu mencintainya. "Hmmm begitu, ya? Eh ternyata banyak juga ya yang naksir sama ayah kalian!" kata Vina penasaran. Ia tak menyangka pesona sang pelayan yang berwajah pas-pasan itu ternyata memiliki banyak penggemar. Dengan bangganya, Bagas menceritakan tentang wanita-wanita yang selama ini berusaha mendekati ayah mereka. Sayangnya sang ayah tidak pernah menggubris atau meladeni mereka. Pria itu lebih sibuk dengan pekerjaannya. Vina manggut-manggut sambil tertawa mendengar cerita Bagas. Sesekali ia tertawa kecil kala mendengar cerita lucu dan unik dar

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 301 curhat ke tembok

    Vina benar-benar melihat wajah anak-anak Ramli yang tidak ia lihat selama beberapa tahun ini. Kedua anak itu sudah tumbuh dewasa dan membuat Vina ingin sekali memeluk mereka. Wanita itu memecah kerumunan untuk segera bertemu dengan dua anak yang masih memakai seragam sekolah itu. "Bu Vina, Anda mau ke mana?" sahut sang asisten saat tiba-tiba saja Vina pergi. Di sisi lain Ayu dan Bagas sangat yakin sekali jika itu adalah Vina. Kedua anak itu menunggu dengan mata yang berkaca-kaca. "Minggir, maaf!" Vina menerobos pagar betis yang ada di depannya. Hingga akhirnya ia bertemu dengan kedua anak kesayangan Ramli. "Bagas, Ayu...!" Vina tertegun sambil menekuk kedua lututnya. Seperti dirinya sedang bertemu dengan anak kandungnya sendiri, seperti itulah kasih sayang wanita itu untuk kedua anak Ramli tersebut. Bagas dan Ayu saling menatap. Sesekali mereka mengusap butiran bening yang keluar dari sudut mata mereka. Wanita yang mereka anggap seperti ibu kandung sendiri itu, akhirnya muncul

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 300 Bertemu Bagas dan Ayu

    "Tuan...!" Suara lemah Sonya seketika mengalihkan perhatian Aland sejenak. Pria itu spontan melepaskan kerah baju dua anak buahnya. Ia langsung bergegas mendekati Sonya. Kedua anak buah Aland nampak lega karena akhirnya mereka bisa lepas dari cengkeraman tangan sang bos yang hampir membuat mereka kehabisan napas. "Fyuh! Untung Sonya sudah sadar. Jika tidak, bisa tamat riwayat kita! Tangan bos kerasnya seperti besi!" bisik mereka sambil mengelus dada. Sementara itu, Aland segera berbicara dengan Sonya yang saat itu sudah bisa membuka matanya. "Kenapa kamu melakukan itu, hah? Kamu sudah tidak mau makan nasi lagi?" kata Aland sambil duduk di samping ranjang tidur pasien. Siapa sangka, Sonya menjawabnya dengan cepat dan tanpa basa-basi. "Karena saya cinta sama, Tuan. Saya tidak suka Tuan memikirkan wanita lain. Salahkah saya sudah mencintai Anda seperti ini?" Jawaban Sonya langsung membuat semua yang ada di ruangan itu terhenyak dan terdiam. Bahkan Aland sendiri bingung harus menjawa

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 299 membuka lembaran baru

    Aland segera membereskan masalah Sonya. Mungkin ucapannya terlalu kasar sehingga membuat gadis itu nekat ingin bunuh diri. Di sisi lain, setelah Vina sampai di rumah. Mulai hari itu juga wanita itu menyiapkan diri untuk pindah negara. Tentunya, keputusan wanita itu membuat dua baby sitter suruhan Aland terkejut. Karena tidak mungkin mereka ikut Vina pergi ke negara lain. "Nyonya, kenapa mendadak sekali? Lalu bagaimana dengan nasib kami?" tanya Sarah. "Iya, Nyonya. Terus, kami kerja di mana lagi? Kami sudah telanjur nyaman kerja sama Nyonya!" imbuh Nancy. Vina menghela napas sembari menatap wajah kedua bayi kembarnya. "Aku sudah memberikan pilihan untuk kalian. Kalian mau ikut atau tidak. Jika kalian ikut, ya kalian harus izin dulu sama pihak penyalur kalian. Aku tidak memaksa kalian ikut. Tapi aku akan tetap pergi!" kata Vina yakin. Sarah dan Nancy saling menatap. Sepertinya mereka tidak mungkin bisa ikut Vina pergi ke luar negeri karena tugasnya hanya berada di negara yan

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 298 ranjang saksi bisu

    Sementara itu di tempat lain, Sonya yang saat itu tengah menangis dan kecewa dengan sikap Aland padanya. Gadis itu nekat melakukan sesuatu yang sangat serius. Karena obsesinya yang terlalu besar kepada Aland. Gadis itu berusaha untuk bunuh diri. Sesampainya di rumah ia berusaha untuk menyayat pergelangan tangannya dengan silet. Beruntung usahanya untuk bunuh diri segera diketahui oleh pelayan sehingga usaha bunuh diri itu bisa digagalkan meskipun kulitnya sempat teriris dan mengeluarkan banyak darah. Sonya pingsan dan pelayan itu segera memberitahukan kepada Aland tentang apa yang terjadi pada asisten pribadinya itu. Ponsel Aland berdering, tapi tidak ada yang mengangkatnya. Bagaimana bisa Aland menghiraukan ponselnya, sedang dirinya sedang menikmati percintaan bersama wanita kesayangannya. Di atas ranjang pasien itu, ada getaran seperti gempa, namun bukan gempa. Tapi getaran dari jiwa-jiwa yang sedang terbakar gairah. Di sisi lain, seperti sedang dihipnotis. Vina merasa jik

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status