Aland pura-pura terkejut untuk kedua kali. "Wah, benarkah itu, Nyonya?" "Iya bener! Aku nggak bohong! Sumpah, aku takut banget. Apa aku ini ada ganguan atau apa, ya? Soalnya ini tuh aneh banget tahu nggak sih! Iya kalau aku beneran bercinta sama orang, sedangkan ini cuma halusinasi tapi kenapa ada tanda merah-merah gini nih!" Vina justru menunjukkan tanda merah-merah itu pada area dadanya. Setelah melihat untuk beberapa detik, Aland langsung memalingkan wajahnya seolah dirinya tidak pantas melihat bagian tubuh majikannya yang sensitif. "Astaga, tolong Nyonya! Maaf, bukannya saya tidak bersimpati. Hanya saja saya ini pria baik-baik dan tidak mungkin saya melihat dada Anda yang montok, eh, yang besar secara cuma-cuma. Nggak baik kata orang tua dulu, nanti saya jadi sange, ehh!" celetuk Aland tanpa dosa. Sontak Vina segera menutupi area dadanya lagi. "Aku cuma mau nunjukin buktinya saja biar kamu percaya!" kata wanita itu. "Iya saya tahu itu, Nyonya. Tapi saya sedang berusaha menjad
Last Updated : 2026-02-01 Read more