Setelah pertemuan malam itu, Alina dan Rey semakin dekat. Semakin banyak bahan yang mereka bicarakan tiap kali bertemu, karena secara kebetulan mereka berada dalam circle keluarga yang sama. Rey tidak lagi menunjukkan sikap juteknya, dia bahkan bersikap lebih sopan ketika bertemu dengan Alina, terlebih Alina adalah asisten dosen di kampusnya.Sejak saat itu, interaksi mereka menjadi lebih akrab. Mereka sering beradu argumen tentang teori-teori di kampus, bertukar pikiran mengenai penelitian, hingga sekadar berbincang santai tentang hal-hal kecil. Alina mulai melihat sisi lain dari Rey yang selama ini tersembunyi di balik sikap dinginnya. Rey ternyata punya selera humor yang unik, meskipun kadang terdengar sarkastik.Di sisi lain, Rey pun menyadari bahwa Alina bukan hanya gadis ceroboh yang selalu bergerak tanpa henti, tetapi juga seseorang yang cerdas dan penuh semangat. Ia mulai menikmati waktu-waktu mereka bersama, bahkan tanpa sadar
Read more