“Arlan… baru pulang?” suara seorang wanita tiba-tiba terdengar dari arah salah satu rumah di pinggir gang.Sontak, Alya dan Arlan menoleh bersamaan. Di sana, seorang wanita paruh baya bernama Bu Yuni yang merupakan pemilik kos tempat Alya tinggal sedang berdiri sambil menenteng kantong plastik sampah, tampak baru saja hendak membuangnya ke depan."Lho, kok kalian bisa pulang bareng?" tanya Bu Yuni santai.Nada suaranya ringan, penuh rasa penasaran, tanpa sedikit pun menyadari kalau beberapa detik sebelumnya suasana di antara dua anak muda itu bisa dibilang cukup tegang.Arlan menjawab seperti biasa, tenang dan tanpa ekspresi berlebihan.“Iya, Bu. Tadi kafe lagi ramai,” ucapnya singkat. Lalu ia melirik sekilas ke arah Alya. “Ini Alya, teman kerja Arlan.”Alya tertegun. Napasnya terasa tercekat di tenggorokan, "I-ibu..." cicit Alya pelan, matanya beralih antara Bu Yuni dan Arlan dengan tatapan tidak percaya."Iya, nduk Alya. Arlan ini anak Ibu. Ibu belum sempat mengenalkan kalian kemari
Mehr lesen