"Ayo, semua orang sudah menunggu kita."Suara Rehan terdengar lembut, namun penuh kehangatan.Alya mengangguk pelan, tetapi sebelum melangkah, ia sempat menoleh ke arah kedua orang tuanya.Matanya berkaca-kaca, seolah meminta restu sekali lagi untuk melangkah menuju babak baru dalam hidupnya.Sari dan Salim memahami tatapan itu. Keduanya tersenyum haru sambil menganggukkan kepala."Pergilah, Nak," ucap sari.Salim yang berdiri di samping istrinya ikut mengangguk. Meski matanya memerah karena menahan tangis, senyum bangga tetap terukir di wajahnya."Ayah dan ibu merestui kalian, kamu pantas bahagia Alya."Mendengar itu, senyum Alya perlahan mengembang. Reihan kemudian menggenggam tangan istrinya dengan lembut.Jemarinya menyelip di antara jari-jari Alya, memberikan ketenangan yang selama ini selalu mampu ia berikan.Bersama-sama mereka melangkah keluar dari ruangan menuju aula pernikahan.Begitu pintu aula terbuka, pemandangan indah langsung menyambut mereka.Ruangan itu dihias dengan
Baca selengkapnya