Sandra menyerahkan jaketnya kepada seorang pelayan yang dengan sigap menghampirinya. "Apa anak-anak sudah tidur?" tanyanya sambil merapikan tatanan rambutnya yang sedikit berantakan. “Sudah, Nyonya,” jawab pelayan itu sopan sambil sedikit membungkuk. Sandra mengangguk pelan, lalu melanjutkan. “Tolong antar tamu saya ke kamar tamu, ya,” ucap Sandra. “Baik, Nyonya,” sahut pelayan itu patuh. Setelah itu, Sandra menoleh ke arah Alya. Tatapannya lembut, menelusuri wajah Alya yang tampak lelah dan pucat. “Sebaiknya kamu istirahat dulu,” ucap Sandra dengan nada tenang. “Kamu pasti lelah.” Ia sempat terdiam sejenak, seolah menahan sesuatu. “Sebenarnya ada banyak hal yang ingin aku tanyakan… tapi kita bicarakan besok saja.” Alya mengangguk canggung, berusaha menyembunyikan rasa kikuknya. Jujur saja, jauh di dalam hatinya, ia sempat merasa was-was pada Sandra. Ia takut jika kakak Reihan ini mewarisi sifat dingin dan keras seperti ibu mereka. Namun, hanya dalam hitungan menit, prasangka it
Read more