Pintu baja raksasa itu berderit terbuka dengan suara yang menyerupai rintihan logam, mengungkapkan sebuah ruang silinder raksasa yang membentang jauh ke bawah fondasi Monas. Cahaya di dalam ruangan ini tidak berasal dari lampu, melainkan dari ribuan tabung berisi cairan berpendar yang tersusun melingkar seperti saraf-saraf tulang belakang. Di tengah ruangan, menggantung sebuah tangki kristal berbentuk oval yang dihubungkan oleh ribuan kabel fiber optik transparan yang berdenyut dengan irama jantung yang berat."Selamat datang di pusat penciptaan, Tri," suara Silas bergema dari segala arah, dingin dan tanpa emosi, disiarkan melalui sistem saraf ruang itu sendiri.Tri melangkah maju, kakinya gemetar. Di dalam tangki kristal itu, ia melihat sosok yang selama ini menjadi misteri. Bukan seorang monster, melainkan seorang gadis kecil yang tampak tertidur dengan damai. Namanya Elisa. Namun, ia tidak benar-benar ada di sana sebagai manusia. Tubuhnya adalah campuran antara sirkuit emas dan jar
Read more