"Bagaimana denganmu? Kau masih memantaunya?" Elzhar bertanya lagi. Zaiden menegakkan punggung, refleks menoleh ke dalam rumah–memantau apakah papanya di sana atau tidak. Untungnya papanya tak ada di sana. "Tidak lagi." Zaiden menjawab datar, "aku takut membuat Papa curiga. Jika dia tahu, aku bisa tiada," lanjutnya. Elzhar senyum tipis sambil mengangguk-angguk kecil. "Tolong jaga rahasia, Kak," tambah Zaiden. "Tenang saja," jawab Elzhar, "berhati-hatilah karena papamu seorang Rayden Haitham Malik." Zaiden seketika menggaruk pelipis, sedikit terbebani saat Elzhar menyebut nama papanya. "Tapi kau tidak perlu mengkhwatirkan apapun, kau seseorang Malik dan putra kesayangan seorang Rayden Haitham Malik. Apapun yang kau inginkan, akan kau dapatkan dengan mudah," lanjut Elzhar. Zaiden langsung mendongak, seketika senyum tipis setelah mendengar penuturan Elzhar. "Jika kau sudah melakukan tanggung jawabmu sebagai pewaris, kurasa apapun yang kau minta akan diberikan oleh Paman un
Last Updated : 2026-01-03 Read more