“Oma marah-marah, waktu kubilang aku nggak mau menikah dengan wanita lain. Selain dengan Liora.”Belum sempat Liora mencerna sepenuhnya ucapan itu, Oma yang berdiri di samping tempat tidur langsung memukul bahu Niro yang bidang.PLAK!“Aw, sakit, Oma!” erang Niro manja sambil meringis. Refleks ia memegangi perutnya. “Perutku baru dijahit, tahu!”“Biar kapok mulutmu itu,” gerutu Oma. “Sembarangan bicara.”Kairan mendengar jelas ucapan Niro tadi. Namun raut wajahnya tetap tenang, seolah ia tahu Niro tidak sepenuhnya serius.“Kamu mau perut sebelah kananmu kutusuk lebih parah dari itu?” balas Kairan datar, tapi nadanya jelas bercanda.Niro tertawa terbahak. Kairan ikut tersenyum tipis.Awalnya Liora sempat tegang. Namun melihat Niro tertawa bebas dan Kairan menanggapinya santai, kecanggungan itu perlahan menguap.“Dasar kamu ini,” omel Oma gemas. “Di rumah sakit malah bercanda.”Setelah itu, Niro mengalihkan perhatia
Read more