Liora mengira dirinya akan sulit tertidur malam itu. Nyatanya, ia justru tidur nyenyak, meski sedang memiliki masalah besar dengan Kairan.Seolah janin dalam perutnya memintanya berhenti marah dan beristirahat.Pagi itu, kondisi Liora terasa jauh lebih baik. Sisa sembab di matanya masih ada, bekas tangis semalam, tetapi emosinya sudah jauh lebih tenang.Biasanya, pagi hari adalah waktu paling tidak bersahabat baginya. Morning sickness hampir selalu datang, entah berupa mual, muntah, atau pusing yang membuat kepalanya berat.Namun pagi ini berbeda. Tidak ada mual. Tidak ada pusing. Tubuhnya terasa ringan dan bertenaga.Liora duduk beberapa saat, mengingat kembali kejadian di rumah sakit. Tentang dokter Kinara. Tentang wajah yang sekilas mengingatkannya pada Anais.Sekilas.Ya, memang hanya sekilas.Jika dipikirkan ulang, banyak perbedaan di antara mereka.Dari jauh mungkin mirip, tetapi semakin diperhatikan, semakin jelas
Read more