“Ada apa, Niro? Kamu kelihatan aneh hari ini.”Pertanyaan itu datang begitu saja, di sela kesibukan kafe yang tak pernah benar-benar sepi. Niro yang sedang membersihkan mesin kopi hanya mengangkat wajah sekilas, lalu segera memasang topeng cerianya. Topeng yang sudah sangat ia kuasai selama bertahun-tahun.Ia bukan tipe yang mudah membuka diri. Apalagi pada rekan kerja yang hubungannya sebatas satu shift dan obrolan ringan di balik meja bar.“Aku hanya sedang berpikir,” jawabnya santai. “Gimana kalau hari ini aku bagi-bagi latte gratis?”Rekannya mengernyit, lalu tertawa kecil. “Tumben baik.”Niro ikut tersenyum. “Hari ini, kan, ulang tahunku.”Ia tahu alasan itu ampuh. Dan benar saja, rekannya langsung menepuk dahinya sendiri.“Oh iya! Selamat ulang tahun, Bro. Umur berapa sekarang?”“Tiga puluh tiga,” jawab Niro ringan, meski angka itu terasa ganjil di lidahnya. Terlalu dewasa untuk bersikap ceroboh, terlalu muda untuk benar-
Read more