Rega duduk di ujung meja, punggungnya tegak, ekspresinya tetap tenang meski ia tahu ini bukan rapat biasa. Sejak beberapa hari terakhir, ia jarang muncul di kantor, lebih sering menghilang untuk mencari Lilyan. Dan rupanya, ketidakhadirannya itu kini menjadi senjata untuk menjatuhkannya. “Kita semua tahu situasi perusahaan akhir-akhir ini tidak kondusif," ucap. Pak Surya angkat bicara. Beberapa orang mengangguk setuju. “Skandal pribadi Pak Rega dengan mantan sekretarisnya sudah mencoreng citra perusahaan. Ditambah lagi, Pak Rega dinilai tidak fokus menjalankan tugas sebagai CEO,” lanjutnya lugas tanpa basa-basi. Rega tidak menyela. Tatapannya justru kosong, pikirannya melayang entah ke mana, pada Lilyan yang tak bisa ia hubungi, pada ponsel yang terus sunyi. “Selama seminggu terakhir, banyak keputusan strategis tertunda,” sambung direktur lain. “Ini berbahaya.” Di sisi lain meja, Vano duduk dengan sikap santai namun penuh perhitungan. Wajahnya tampak prihatin, seolah ikut menye
Last Updated : 2025-12-31 Read more