“Paul, ke sini, nak,” panggil Adrian Thomas sambil lambaikan tangan ke putranya yang berusia dua belas tahun.“Iya, ayah.” Paul berlari kecil hampiri ayahnya, lalu berdiri sambil menatap gadis kecil yang sedang jalan tertatih ke arahnya.“Ini Klara, adik barumu,” kata sang ayah perkenalkan mereka berdua.“Tapi aku nggak punya adik perempuan, ayah.”“Dia anak dari wanita simpanannya, Paul. Nggak perlu berputar-putar, Adrian. Kasih tahu terus terang saja ke anak kita kalau gadis itu adalah anak yang kamu dapatkan dari selingkuhanmu.”Teresa Thomas, Ibu Paul berdiri dengan kedua tangan terlipat di dada, menatap Klara dengan kebencian yang begitu jelas.“Jaga bicaramu di depan anak-anak, Teresa,” tegur Adrian dengan nada rendah.“Kenapa emangnya? Aku hanya bilang yang sebenarnya kok. Paul, kamu nggak perlu anggap dia keluarga. Nggak usah main dengan dia. Sekarang masuk ke dalam rumah!”“Iya, Bu.”Paul perhatikan gadis kecil yang ulurkan tangan mungilnya, ingin sentuh dia. Ketika dia melang
Magbasa pa