“Ayo, sini dulu, Lilly,” jawab pria yang lebih tua itu sambil kasih isyarat agar Lilly segera ikutin dia.“Oke! Um … permisi dulu, Trey, Paul,” kata Lilly sambil noleh ke kedua pria itu dan mengangguk sopan sebelum bergegas menyusulnya.“Pak Nolan Judika sedang ngincar Lilly untuk anaknya,” ujar Trey santai, seolah sadar dengan rasa penasaran temannya.“Kamu nggak cemburu?”“Aku nggak tahu. Itu kan keputusan Lilly. Saat ini Ibuku dan Pak Nolan sedang berlomba siapa yang bisa lebih dulu jadikan dia menantu,” tambah Trey.Trey sangat sadar kalau ibunya dan Nolan ngincar wanita yang sama. Gimanapun juga, Lilly nggak hanya cantik, dia juga pewaris kerajaan bisnis bernilai triliunan.“Pak Trey, sudah waktunya buka acara secara resmi.”“Oke.”Trey segera ikuti staf yang bertanggung jawab atas jalannya acara di panggung, tinggalkan Paul berdiri sendirian.Walau beberapa eksekutif sempat mampir untuk ngobrol dengannya, mata Paul nggak berhenti cari seseorang, hingga akhirnya berhenti pada soso
Magbasa pa