Rizan memberi isyarat tangan. Anton dan lima personel keamanan terlatih langsung menyebar, mengepung sisi kiri dan kanan bangunan gudang dengan langkah tanpa suara.Rizan menarik Alin ke balik pos penjagaan tua yang runtuh, tepat sepuluh meter dari pintu besi utama gudang."Anton, matikan aliran listrik utama gudang dalam hitungan tiga," bisik Rizan dingin ke earpiece-nya."Delapan detik lagi, Tuan. Tim dua sudah di panel utama," sahut Anton rendah.Alin meremas lengan kemeja Rizan. Matanya menatap celah pintu besi yang terbuka sedikit. Di dalam, remang-remang terlihat bayangan beberapa pria berbadan tegap sedang berjaga."Mas... kalau Rayyan ada di dalam, berarti dia yang pegang kendali orang-orang bersenjata itu," bisik Alin rapat di samping telinga Rizan.Rizan menoleh, menatap mata Alin yang jernih. "Kamu takut?"Alin menggeleng cepat. "Takut kalau Mas nekat sendirian. Tapi kalau bareng Mas, enggak."Rizan tersenyum tipis—senyum tipis yang sarat akan rasa bangga dan dorong
Baca selengkapnya