Teilen

Bab 12. Informasi Kecil. 

last update Veröffentlichungsdatum: 22.01.2026 12:07:48

​Sepanjang pagi itu, Lia mengunci diri di perpustakaan mansion. Ruangan itu luas, dengan rak-rak buku yang menjulang tinggi hingga ke langit-langit, namun ia tidak sedang mencari sastra klasik. Ia sedang membedah angka-angka, mencari celah dalam struktur keuangan Sanjaya Group yang sudah rapuh. Kecerdasannya yang selama ini terpendam di balik rutinitas mengajar anak-anak, kini meledak dengan presisi yang menakutkan. Ia menemukan pola penggelapan dana yang dilakukan Surya melalui perusahaan cang
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 245. Happy Ending. 

    ​"Ini bukan sekadar tentang masa depan finansial, Lia, ini adalah deklarasi kekuasaan yang menyatakan bahwa kamu adalah pemilik sah dari seluruh fondasi kekaisaran yang kubangun di atas darah pengkhianat," tegas Arka, kalimatnya langsung dan tajam tanpa ada keraguan sedikit pun.​"Apakah dengan adanya akta abadi ini, kamu akan membiarkan aku membawa mereka berjalan-jalan ke luar kota tanpa pengawalan barikade enam pengawal wanita itu?" tanya Lia, tatapan matanya menuntut jawaban yang murni dari balik topeng proteksi suaminya.​"Kebebasan fisik di luar sana adalah ilusi yang sangat berbahaya bagi seorang Ratu Dirgantara, Lia, tugasmu hanyalah berada di sini, menjadi poros dari seluruh pergerakan hidupku," jawab Arka, langkah kakinya bergeser mendekat hingga dada bidangnya yang keras menyentuh permukaan punggung ramping Lia.​"Kamu memberikan seluruh dunia ini ke dalam genggaman tanganku, namun di saat yang sama kamu mengunci pintu sangkar ini dengan rantai besi yang kian hari kian mene

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 244. Obsesi Abadi

    ​Sinar matahari pagi yang hangat menerpa permukaan lantai balkon lantai dua mansion utama Dirgantara, memantulkan kilau kemewahan dari pagar pembatas berbahan besi tempa berlapis perunggu. Setahun telah berlalu sejak badai di ruang persalinan itu reda, meninggalkan kedamaian yang sunyi di atas tanah Menteng yang kini telah bersih dari jejak para pengkhianat masa lalu. Lia berdiri tegak bersandar pada tepian balkon, mengenakan gaun sutra panjang berwarna putih gading yang melambai halus ditiup angin pagi yang membawa aroma esens vanila hitam. Sepasang mata jernihnya menatap lurus ke arah hamparan rumput hijau di taman belakang, tempat dua bocah laki-laki berusia satu tahun sedang bergerak aktif merangkak di atas karpet khusus luar ruangan.​Arjuna dan adiknya, dengan pakaian katun senada bermotif garis biru muda, sesekali tertawa kecil saat jemari mungil mereka mencoba meraih bayangan daun yang bergoyang. Di sekeliling area bermain anak kembar tersebut, enam pengawal wanita terlatih te

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 243. Diagnosa Dokter. 

    ​"Pertahankan tekanannya, Nyonya, jangan lepaskan energinya sekarang, sedikit lagi!" perintah dokter spesialis utama dengan gerakan tangan yang cekatan membantu melebarkan jalan lahir.​"Eughhh!!! Ohhh!!!" jeritan terakhir Lia terdengar lebih pendek, disusul oleh suara embusan napas panjang yang melepas seluruh ketegangan otot tubuhnya.​Lengkingan tangisan kedua kembali terdengar, kali ini dengan nada yang lebih berat dan konstan, bersahut-sahutan dengan suara tangisan bayi pertama yang berada di meja sebelah kiri. Bayi kedua telah lahir, menandakan berakhirnya seluruh proses perjuangan fisik yang menguras sisa darah dan air mata dari tubuh sang Ratu Sanjaya. Suara mesin kardiotokografi mendadak kembali ke ritme normal, menyisakan bunyi detak jantung Lia yang melambat seiring dengan hilangnya rasa sakit yang merongrong tubuhnya.​Arka Dirgantara yang sejak awal berdiri kokoh menopang tubuh istrinya mendadak kehilangan seluruh kekuatan di kedua belah lututnya. Tubuh kekarnya yang tega

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 242. Tangisan Sang Penakluk

    ​Cahaya lampu operasi yang berpijar putih keperakan di atas langit-langit ruang bersalin memantulkan bayangan tubuh tegap Arka Dirgantara yang masih berdiri kaku bagaikan patung batu di sisi ranjang ginekologi. Cengkeraman jemari tangan Lia Sanjaya pada punggung tangannya terasa kian menguat, kuku-kuku tajam istrinya menembus kulit ari hingga menyisakan gurat-gurat merah yang mengeluarkan rembesan darah segar. Suara dengung konstan dari mesin kardiotokografi berbaur dengan deru napas Lia yang kian pendek dan tersengal-sengal menahan gelombang kontraksi kedua yang datang menghantam tanpa memberikan jeda istirahat sedikit pun. Ruangan itu terasa begitu dingin, dipenuhi bau antiseptik yang pekat, namun peluh mengalir deras membasahi dahi tegap Arka hingga melewati batas masker kain hijau yang menutup sebagian wajahnya.​"Tarik napas lebih dalam lagi, Nyonya, kepala bayi pertama sudah berada di pintu panggul, dorong sekuat tenaga dalam hitungan ketiga," instruksi dokter spesialis obgyn de

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 241. Proses Lahiran. 

    ​Lia mengerang lebih keras, kedua kakinya menekuk ke atas menahan dorongan alami dari dalam rahimnya yang kian agresif, membuat permukaan perut buncitnya menegang keras bagai permukaan batu lava. "Arka ... hmmm ... sakit sekali ... rasanya bagian bawahku seperti terbakar api ... Ohhh ... Ssshhh."​Arka langsung menundukkan kepalanya, mengecup bibir Lia yang kering berulang kali sambil menyeka air mata yang terus mengalir membasahi pipi porselen istrinya dengan jemarinya yang gemetar. "Aku mohon bertahanlah, Lia ... demi aku ... demi seluruh sisa duniaku ... jangan tinggalkan aku di dalam kegelapan lagi."​"Ponsel Anda terhubung dengan Direktur Utama Rumah Sakit Dirgantara Medica, Tuan Besar," ujar Elena dari kursi depan seraya menyerahkan sebuah gawai yang layarnya sudah menampilkan wajah panik seorang pria paruh baya berjas putih.​"Dengarkan aku baik-baik, Profesor Wijaya! Kosongkan seluruh lantai tiga gedung rumah sakit sekarang juga! Siapkan tim dokter spesialis obgyn terbaik yang

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 240. Badai di Ruang Persalinan

    ​Cairan bening dalam volume yang cukup besar mendadak merembes membasahi gaun tidur sutra gading yang dikenakan oleh Lia Sanjaya, menciptakan noda basah yang meluas dengan cepat di atas hamparan seprai kasmir abu-abu muda. Rasa mulas yang sangat tajam, panas, dan datang beruntun bagai hantaman ombak badai seketika mencengkeram seluruh dinding rahimnya, memutus aliran napas wanita muda itu dalam satu sentakan rasa sakit yang luar biasa masif. Kedua tangan Lia bergerak refleks mencengkeram pinggiran pilar tempat tidur kayu jati, sementara tubuh rampingnya melengkung kaku menahan kontraksi dini yang datang jauh lebih awal dari estimasi kalender medis Dokter Gunawan. Jeritan parau yang sarat akan penderitaan fisik spontan lolos dari sela bibir Lia yang mendadak memutih kering, memecah keheningan sepertiga malam di dalam Royal Suite yang kedap suara.​"Arka ... Ssshhh ... ketubanku pecah ... rasanya sangat sakit ... Ahhh!" pekik Lia dengan mata yang membelalak lebar menahan denyutan yang s

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 146. Kartu Truf. 

    ​Malam telah benar-benar menyelimuti Jakarta ketika Arka dan Lia akhirnya melangkah masuk kembali ke dalam kediaman mereka yang megah. Keberhasilan mereka di kantor hari ini seharusnya menjadi alasan untuk merayakan kemenangan, sebuah euforia tentang bagaimana mereka telah mematahkan dominasi jajar

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 145. Power Couple. 

    ​Gedung pencakar langit Dirgantara Group yang menjulang angkuh di pusat distrik bisnis Jakarta biasanya menjadi saksi bisu dari langkah-langkah terburu-buru para eksekutif yang diburu tenggat waktu, namun pagi ini, atmosfer di lobi utama yang berlapis marmer Italia itu mendadak membeku. Suara denti

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 144. Brankas Rahasia. 

    ​Sinar matahari pagi yang tadinya lembut kini mulai merangkak naik, menyinari setiap sudut kamar utama mansion Dirgantara dengan cahaya yang lebih tegas, seolah mendesak penghuninya untuk segera menghadapi dunia yang nyata. Meskipun suasana di atas ranjang masih dipenuhi oleh kehangatan sisa-sisa p

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 143. Pagi yang Damai. 

    ​Cahaya matahari pagi menyusup dengan kelembutan yang tidak biasa melalui celah gorden beludru abu-abu di kamar utama mansion Dirgantara. Partikel debu menari-nari dalam berkas cahaya keemasan yang jatuh tepat di atas hamparan sprei sutra yang masih kusut masai, menjadi saksi bisu atas sumpah dan p

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status