Sinar matahari pagi menembus dinding kaca melengkung Royal Suite, memantulkan kilau keemasan di atas permukaan air laut yang tenang dan jernih di sekeliling super-yacht. Lia Sanjaya membuka kelopak matanya perlahan, merasakan sisa penat yang luar biasa masih menggelayuti setiap jengkal otot tubuh rampingnya setelah intensitas malam pertama yang tanpa jeda. Udara di dalam kamar tidur utama itu terasa hangat, dipenuhi aroma esens vanila hitam, keringat tubuh yang mengering, dan bau maskulin khas yang menguap dari dada bidang pria di sampingnya. Arka Dirgantara sudah terjaga, bersandar pada tumpukan bantal sutra hitam dengan sepasang mata elang yang menatap lurus ke arah wajah istrinya tanpa berkedip sedikit pun sejak fajar menyingsing. Satu lengan kekarnya terkunci rapat di sekeliling pinggang ramping Lia, menekan pinggul berisi wanita itu agar tetap menempel pada paha besarnya yang polos di balik selimut bulu angsa putih."Kamu tidak memejamkan mata sama sekali sejak semalam, Arka?"
Read more