Diah kesal lantaran ayahnya, kakek Tarasumitro, mengabulkan keputusan Satrio untuk memindahkan Dinda ke bagian lain. Sembari berjalan bolak balik, Diah melontarkan kata penuh makian. "Ma, sudahlah. Tidak ada yang berani menentang kakek," ucap Dinda yang mulai malas melihat ibunya."Dinda, kamu tidak berpikir panjang. Kamu sudah gagal menikah dengan Satrio, sekarang kamu terima begitu saja dipindahkan." Diah menunjuk-nunjuk wajah putri semata wayangnya."Kita juga masih ada usaha yang dikasih kakek, Ma. Kita nikmati dulu saja." Diah semakin kesal karena anaknya mulai menyerah."Tidak, Dinda. Usaha yang diberikan oleh kakek kamu belum seberapa dibandingkan perusahaan yang sekarang dipegang oleh Satrio!" tolak Diah dengan mata memelotot. "Kamu mau hidup seadanya? Lagipula usaha yang kita pegang saat ini sulit untuk maju karena perlu suntikan dana terus-terusan," lanjut Diah."Terserah mama saja. Aku mau ke kamar, lelah." Dinda melangkah ke arah kamar, belum pintu berhasil dibuka, Diah m
Last Updated : 2025-11-26 Read more