“Oke sayang, kita langsung saja ya!” Bimo tancap gas tanpa melarak—lirik lagi. Selagi istrinya masih menjawab walau ketus, Bimo yakin istrinya masih perhatian dan masih ada rasa sayang padanya.“Sayang, kamu benar—benar nggak mau beli cemilan?” Rossa sebenarnya tahu kalau Santi berbicara seperti itu bukan berarti tidak mau.“Iya, Ma, aku ingin segera sampai untuk pengecekan Keenan dan Kinara. Aku mau istirahat saja di rumah. Dia … nanti suruh langsung pergi aja!” Santi berbicara sedikit keras agar suaminya mendengar.Bagi Santi, agar dia tidak terlalu kesal dan sebal, Bimo sudah seharusnya menjaga jarak radius dengannya. Paling dekat setidaknya dia berada di belakang Santi sekitar 20 langkah.Bimo membukakan pintu dan mengulurkan tangan, tapi Santi mengabaikan, “Aku antar sampai di dalam ya, Sayang?”“Nggak perlu. Kamu ke kantor aja, nanti kalau sudah mau pulang aku kabari!” jawab Santi cepat. Rossa sudah menurunkan kereta bayi kembarnya. Keenan sudah berada dalam kereta, Kinara pun d
Last Updated : 2025-12-14 Read more