“Apa maksudmu, hah? Aku tidak mengerti!” Danira kembali memalingkan wajah dan tidak berani menatap Bimo secara langsung.“Kau, apakah sudah tidak memiliki perasaan apapun padaku?” Tatapan Bimo semakin dalam dan sulit dilukiskan. Dia seperti melupakan Santi saat berhadapan dengan Danira. Yang terlintas sekarang hanya masa lalu yang belum sempat Bimo reguk kenikmatannya.“Bimo, kamu ini nggak masuk akal masih saja membahas masa lalu!” Danira seperti akan mengamuk, tapi sebenarnya itu hanya penolakan yang tidak berarti dari lubuk hati. Denira sebenarnya masih ingin melakukan hal itu, dia juga masih merasakan hal yang sama dengan Bimo.“Lepaskan aku, biarkan aku pergi,” masih saja Danira mengucap kata yang sama, tapi Bimo seperti hilang kendali dan tidak ingin peduli, dia mengajukan wajahnya dan entah sejak kapan bibir Bimo mulai menyapa bibir Danira lebih dulu.Bimo melakukan aksinya dengan sadar, saat Danira ingin melakukan pendorongan Bimo malah menarik pinggang Danira agar dia bisa
Last Updated : 2025-12-22 Read more