Seperti mengerti maksud ucapan Arumi, Alvin tersenyum. Ia mencondongkan tubuh dan menggenggam tangan putrinya.“Kesibukan Papa tidak ada sangkut pautnya dengan perselingkuhan. Seperti kali ini, meski sebentar, Papa masih sempat bertemu denganmu.”Arumi tidak berkomentar. Papa mungkin berpikir begitu, meski bagi Mama, kesibukan papa adalah celahnya mencari kenyamanan dengan lelaki lain.Arumi juga tau, menurut rumah sakit, Dokter Alvin merupakan salah satu dokter favorit. Pasiennya selalu membludak. Jadwal operasi juga padat.“Kenapa, Bel?” Alvin sadar putrinya tampak termenung dengan wajah merengut.“Nggak papa. Kirain bisa lamaan ngobrol sama Papa.”“Hmm... nanti papa telepon, ya.”Arumi mengangguk.“By the way, kamu kapan balik kuliah?”“Itu yang aku mau bicarakan juga. Boleh nggak, Rumi kuliah online aja? Rumi mau nemenin Mama dulu soalnya.”Telepon Alvin berdering. Dari pembicaraannya, Arumi tau sang papa sudah dipanggil ke ruang operasi.Alvin berdiri. Sebelum pergi, ia berkata,
Última actualización : 2025-11-28 Leer más