Caitlyn menerima dokumen itu, lalu berdiri. "Terima kasih. Kamu pasti capek di perjalanan, sebaiknya pulang dan istirahat saja."Dexter mengangkat kepala menatapnya. Entah hanya perasaannya atau tidak, tapi Caitlyn seperti melihat tatapan memelas dan memohon dari sorot mata pria itu. Dia sempat terpaku, tetapi ketika kembali menatapnya, Dexter sudah memalingkan wajah."Aku belum makan malam," katanya tenang.Dalam hati Caitlyn bergumam, 'Kamu belum makan, terus kenapa? Itu urusanku?' Namun, yang keluar dari mulutnya hanya, "Aku sudah makan."Dexter melirik arlojinya. "Temani aku makan sedikit, ya? Aku pesan makanan ke sini."Caitlyn menatap sekilas dokumen di tangannya, lalu mempertimbangkan sejenak. Akhirnya, dia tidak menolak. "Baiklah."Dexter bangkit berdiri. "Aku mandi dulu."Caitlyn langsung mengernyit. "Itu ... sepertinya kurang pantas, deh?"Dexter menatapnya dan bibirnya terangkat sedikit. "Kenapa nggak pantas?"Caitlyn akhirnya kalah. "Silakan."Dexter tersenyum tipis, lalu m
Read more