“Tolong proses dengan cepat. Aku sudah membawa buktinya, jadi ini cukup kuat untuk bisa menangkap dua orang itu.” pinta Damar setelah membuat laporan kepada pihak kepolisian. “Baik, Pak. Kami akan buat surat penangkapan dan akan langsung bergerak mencari pelaku.” Damar menyulam senyumnya. Meski, ia harus mengorbankan tubuhnya sendiri, tapi Damar tak masalah asalkan dua orang itu bisa di penjara. Dengan begitu, Damar bisa memanfaatkan waktu ini untuk menyadarkan sang mama dan juga neneknya. “Kalau begitu, kami permisi dulu. Tolong, laporkan perkembangannya kepadaku nanti.” “Siap, Pak.” Damar dan Felix kemudian bergegas pergi dari kantor polisi. “Apa Bapak perlu ke rumah sakit? Sepertinya, luka Bapak semakin parah.” “Tidak perlu. Ini hal normal dan mungkin akan semakin parah keesokan harinya. Aku bisa mengobatinya sendiri di rumah. Lebih baik, kita pulang karena istriku sudah menunggu di rumah.” Felix menoleh ketika Damar menyebut Serina seperti itu. Jujur saja, ini pertama
Terakhir Diperbarui : 2026-01-05 Baca selengkapnya