Share

Bab 118

last update Dernière mise à jour: 2026-01-09 08:42:07

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya dokter Bryan tiba dan langsung memeriksa Surya yang ada di ruang ICU. Serina, Damar, dan juga Farah menunggu dengan khawatir di luar ruangan.

Serina dan Farah terus berdoa agar Surya bisa diberikan jalan kesembuhan. Karena bagaimanapun, mereka tak siap menerima kenyataan jika sesuatu yang buruk terjadi pada Surya nantinya.

Damar yang berdiri di sebelah Serina, terus menggenggam tangan wanita itu. Telapak tangan Serina yang terasa sangat dingin menunjukkan betapa takutnya Serina sekarang.

“Tenangkan dirimu, Serina. Jika kamu panik, ini akan mempengaruhi kehamilanmu,” ujar Damar setengah berbisik.

Damar tentunya mulai menunjukkan rasa egoisnya sekarang. Damar tentunya tak ingin melihat Serina berada dalam kepanikan dan tekanan karena secara tidak langsung itu akan berpengaruh pada kehamilannya.

“Bagaimana bisa aku tenang sekarang, Mas? Bapak sedang kritis di dalam sana.” Serina menjawabnya dengan berurai air mata.

Bahkan, Serina tak bisa berpi
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Tetangga Mesumku, Ternyata Dosenku!   Bab 122

    Akhirnya setelah semua berkas selesai di urus, hari ini Surya akan dibawa ke Jerman. Surya akan berangkat bersama dengan Farah dan juga Felix. Serina sangat senang tentunya sebab pada akhirnya Surya akan mendapatkan pengobatan yang terbaik atas bantuan dari sang suami yaitu Damar. “Tuan Damar tidak bisa datang karena beliau harus meeting penting bersama dengan klien dari Jepang. Jadi, beliau menyampaikan maafnya kepada kalian,” ujar Felix. “Tidak apa. Mas Damar sudah memberitahuku. Terimakasih karena kamu sudah mau mengantarkan ibu dan bapak ku kesana.” “Tidak masalah. Ini semua atas perintah Tuan Damar.” “Kalau begitu, kalian tunggu di depan saja dulu. Aku mau ke toilet sebentar. Nanti aku menyusul,” pinta Serina. “Baiklah. Kami akan menunggu di depan.” Felix dan Farah akhirnya memutuskan untuk ke depan. Farah berada di mobil ambulance bersama dengan Surya. Sedangkan, Felix menunggu di dekat ambulance untuk membersamai Serina nanti. Sedangkan, Serina baru saja keluar d

  • Tetangga Mesumku, Ternyata Dosenku!   Bab 121

    Lidah Serina terasa kelu dan tak bisa bersuara apapun. Tangannya yang menggantung perlahan ia lingkarkan ke punggung lebar Damar. Pelukan ini terasa sangat menenangkan bagi Serina setelah perselisihan antara dirinya dan Damar. “Aku mencarimu.” bisik Damar. Seulas senyum terbit di bibir Serina disusul dengan air mata yang semakin mengalir deras. Biarkan sebentar saja, ia merasakan pelukan ini yang membuatnya sangat nyaman. “Aku juga mencarimu, Mas.” balas Serina. Hingga akhirnya, Damar melepaskan pelukan mereka. Suasana berubah sedikit canggung setelah pelukan itu. Damar sendiri pun tak tahu dengan apa yang baru saja ia lakukan. Damar hanya mengikuti kata hatinya saja karena kekhawatirannya ketika tak mendapati Serina ada di kamar perawatannya. “Ayo kembali ke ruangan.” Sikap Damar berubah sedikit dingin dan itu bisa Serina rasakan. “Mas...” “Kita bicara di ruanganmu.” Serina akhirnya menurut. Seraya menuntun Serina , Damar membawa Serina kembali ke ruang perawatannya. “K

  • Tetangga Mesumku, Ternyata Dosenku!   Bab 120

    Perlahan kesadaran Serina mulai kembali. Kelopak matanya pun akhirnya terbuka. Dan hal pertama yang Serina rasakan adalah perutnya yang masih terasa sakit. Dan ketika ia teringat peristiwa yang menimpanya, Serina langsung memegangi perutnya. “Anakku...” gumamnya. “Kamu sudah sadar, Nak?” tanya Farah yang baru saja masuk ke ruang perawatan Serina. Dengan membawa tentengan tas berisi obat di tangannya, Farah langsung berlari menghampiri putrinya itu. “Bu, apa kandunganku baik-baik saja?” tanya Serina tanpa basa-basi.Farah kemudian mengelus kepala putrinya itu dan berkata, “Kamu tenang saja. Kandunganmu baik-baik saja. Beruntungnya benturannya tak terlalu keras.”Serina akhirnya bisa bernapas lega. Air matanya yang mengalir itu adalah bentuk rasa syukurnya karena Tuhan masih mempercayainya untuk mengandung janin ini. “Aku takut sekali, Bu. Aku takut kehilangan anakku.” “Sudah, jangan takutkan apapun. Sekarang, kamu istirahat dulu ya...” “Bapak bagaimana?” Farah kemudian menarik

  • Tetangga Mesumku, Ternyata Dosenku!   Bab 119

    “Apa yang akan kamu lakukan?” tanya Damar dengan suara penuh dengan penekanan. Tatapannya bgitu menusuk ke arah Serina. Ia tahu Serina pasti akan mulai melontarkan ancamannya.Dengan menyeka air matanya, Serina menatap Damar dengan berani. Serina tak punya pilihan. Jika dengan ancaman ini, Serina bisa membuat Damar membantunya, makatentu saja akn Serina lakukan.“Aku tidak akan pernah menyerahkan anak ini padamu, Mas.” ujar Serina penuh dengan ketegasan.“Kamu mengancamku?”“I-iya.” jawab Serina.Damar menyeringai tipis. ‘Jika memang kamu ingin melakukan itu, maka aku bisa memanggil polisi untuk membawa bapak kamu ke penjara.”Serina hanya bisa melongo mendengar jawaban dari Damar. “Bagaimana jika aku akan menggugu*kan janin ini.”“Berani kamu melakukan itu?” Damar mencengkram kuat pergelangan tangan Serina. “Apa kamu pikir aku main-main. Jika kamu bisa bersikap seperti ini, maka aku juga bisa. Sekarang kamu pilih, Mas. Kamu membantuku , maka akan pertahankan janinku. Tapi, jika kamu

  • Tetangga Mesumku, Ternyata Dosenku!   Bab 118

    Setelah menunggu cukup lama, akhirnya dokter Bryan tiba dan langsung memeriksa Surya yang ada di ruang ICU. Serina, Damar, dan juga Farah menunggu dengan khawatir di luar ruangan. Serina dan Farah terus berdoa agar Surya bisa diberikan jalan kesembuhan. Karena bagaimanapun, mereka tak siap menerima kenyataan jika sesuatu yang buruk terjadi pada Surya nantinya.Damar yang berdiri di sebelah Serina, terus menggenggam tangan wanita itu. Telapak tangan Serina yang terasa sangat dingin menunjukkan betapa takutnya Serina sekarang. “Tenangkan dirimu, Serina. Jika kamu panik, ini akan mempengaruhi kehamilanmu,” ujar Damar setengah berbisik. Damar tentunya mulai menunjukkan rasa egoisnya sekarang. Damar tentunya tak ingin melihat Serina berada dalam kepanikan dan tekanan karena secara tidak langsung itu akan berpengaruh pada kehamilannya. “Bagaimana bisa aku tenang sekarang, Mas? Bapak sedang kritis di dalam sana.” Serina menjawabnya dengan berurai air mata. Bahkan, Serina tak bisa berpi

  • Tetangga Mesumku, Ternyata Dosenku!   Bab 117

    Serina tak lagi membuang waktunya. Ia keluar dari apartemen Damar untuk pergi ke rumah sakit. Kabar buruk baru saja ia dapatkan dari sang ibu jika Surya dilarikan ke rumah sakit. Entah apa yang terjadi dengan Surya sebenarnya. Serina tak menanyakannya lebih lanjut. Yang terpenting sekarang, Serina harus cepat sampai di rumah sakit untuk melihat kondisi Surya secara langsung. Beberapa kali, Serina sudah mencoba untuk menghubungi Damar namun panggilannya tak diangkat oleh pria itu. Entah karena sibuk atau karena Damar marah pada Serina. Alhasil, Serina hanya meminta ijin dan mengabari Damar lewat pesan saja. Ia harap, Damar mengerti kondisinya sekarang. Sesampainya di rumah sakit, Serina langsung berlari menuju ke IGD. Dari kejauhan, Serina melihat sang ibu yang menunggu di depan ruang IGD. “Ibu!” panggil Serina seraya berlari kecil. Farah yang semula menangis pun langsung mendongak ketika melihat kedatangan putrinya. “Serina!” Farah memeluk putrinya sangat erat. Farah sa

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status