Share

Bab 116

last update Last Updated: 2026-01-08 08:08:23

Pagi harinya, Serina bangun dengan kondisi tubuh yang jauh lebih segar. Rasa pusingnya mendadak hilang dan tubuhnya kini semakin terasa berbeda dari kemarin. Namun, pagi Serina langsung disambut dengan aroma masakan yang sangat enak.

Kelopak mata Serina terbuka. Ia menatap ke kesekelilingnya dan ternyata ia tidur di kamar lantai dua semalaman. Sungguh, Serina tak ingat karena ia tertidur di dalam mobil. Namun, fokus Serina terabaikan kembali dengan bunyi gesekan alat masak yang berasal dari pantry.

Serina buru-buru turun dari kasur dan menuruni anak tangga. Sungguh, ia akan merasa sangat bersalah sekali jika Damar lebih dulu bangun dan memasak sarapan untuk mereka. Sedangkan, Serina saja baru bangun. Itu akan mencoreng nama baik Serina sebagai seorang istri tentunya.

Dan benar saja, ketika Serina sampai di lantai dasar, nampak Damar yang sibuk di pantry dengan menggunakan apron masak. Pria itu terlihat sangat lihai sekali menggunakan peralatan dapur.

Serina perlahan mendekat . “Ma
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tetangga Mesumku, Ternyata Dosenku!   Bab 119

    “Apa yang akan kamu lakukan?” tanya Damar dengan suara penuh dengan penekanan. Tatapannya bgitu menusuk ke arah Serina. Ia tahu Serina pasti akan mulai melontarkan ancamannya.Dengan menyeka air matanya, Serina menatap Damar dengan berani. Serina tak punya pilihan. Jika dengan ancaman ini, Serina bisa membuat Damar membantunya, makatentu saja akn Serina lakukan.“Aku tidak akan pernah menyerahkan anak ini padamu, Mas.” ujar Serina penuh dengan ketegasan.“Kamu mengancamku?”“I-iya.” jawab Serina.Damar menyeringai tipis. ‘Jika memang kamu ingin melakukan itu, maka aku bisa memanggil polisi untuk membawa bapak kamu ke penjara.”Serina hanya bisa melongo mendengar jawaban dari Damar. “Bagaimana jika aku akan menggugu*kan janin ini.”“Berani kamu melakukan itu?” Damar mencengkram kuat pergelangan tangan Serina. “Apa kamu pikir aku main-main. Jika kamu bisa bersikap seperti ini, maka aku juga bisa. Sekarang kamu pilih, Mas. Kamu membantuku , maka akan pertahankan janinku. Tapi, jika kamu

  • Tetangga Mesumku, Ternyata Dosenku!   Bab 118

    Setelah menunggu cukup lama, akhirnya dokter Bryan tiba dan langsung memeriksa Surya yang ada di ruang ICU. Serina, Damar, dan juga Farah menunggu dengan khawatir di luar ruangan. Serina dan Farah terus berdoa agar Surya bisa diberikan jalan kesembuhan. Karena bagaimanapun, mereka tak siap menerima kenyataan jika sesuatu yang buruk terjadi pada Surya nantinya.Damar yang berdiri di sebelah Serina, terus menggenggam tangan wanita itu. Telapak tangan Serina yang terasa sangat dingin menunjukkan betapa takutnya Serina sekarang. “Tenangkan dirimu, Serina. Jika kamu panik, ini akan mempengaruhi kehamilanmu,” ujar Damar setengah berbisik. Damar tentunya mulai menunjukkan rasa egoisnya sekarang. Damar tentunya tak ingin melihat Serina berada dalam kepanikan dan tekanan karena secara tidak langsung itu akan berpengaruh pada kehamilannya. “Bagaimana bisa aku tenang sekarang, Mas? Bapak sedang kritis di dalam sana.” Serina menjawabnya dengan berurai air mata. Bahkan, Serina tak bisa berpi

  • Tetangga Mesumku, Ternyata Dosenku!   Bab 117

    Serina tak lagi membuang waktunya. Ia keluar dari apartemen Damar untuk pergi ke rumah sakit. Kabar buruk baru saja ia dapatkan dari sang ibu jika Surya dilarikan ke rumah sakit. Entah apa yang terjadi dengan Surya sebenarnya. Serina tak menanyakannya lebih lanjut. Yang terpenting sekarang, Serina harus cepat sampai di rumah sakit untuk melihat kondisi Surya secara langsung. Beberapa kali, Serina sudah mencoba untuk menghubungi Damar namun panggilannya tak diangkat oleh pria itu. Entah karena sibuk atau karena Damar marah pada Serina. Alhasil, Serina hanya meminta ijin dan mengabari Damar lewat pesan saja. Ia harap, Damar mengerti kondisinya sekarang. Sesampainya di rumah sakit, Serina langsung berlari menuju ke IGD. Dari kejauhan, Serina melihat sang ibu yang menunggu di depan ruang IGD. “Ibu!” panggil Serina seraya berlari kecil. Farah yang semula menangis pun langsung mendongak ketika melihat kedatangan putrinya. “Serina!” Farah memeluk putrinya sangat erat. Farah sa

  • Tetangga Mesumku, Ternyata Dosenku!   Bab 116

    Pagi harinya, Serina bangun dengan kondisi tubuh yang jauh lebih segar. Rasa pusingnya mendadak hilang dan tubuhnya kini semakin terasa berbeda dari kemarin. Namun, pagi Serina langsung disambut dengan aroma masakan yang sangat enak. Kelopak mata Serina terbuka. Ia menatap ke kesekelilingnya dan ternyata ia tidur di kamar lantai dua semalaman. Sungguh, Serina tak ingat karena ia tertidur di dalam mobil. Namun, fokus Serina terabaikan kembali dengan bunyi gesekan alat masak yang berasal dari pantry. Serina buru-buru turun dari kasur dan menuruni anak tangga. Sungguh, ia akan merasa sangat bersalah sekali jika Damar lebih dulu bangun dan memasak sarapan untuk mereka. Sedangkan, Serina saja baru bangun. Itu akan mencoreng nama baik Serina sebagai seorang istri tentunya. Dan benar saja, ketika Serina sampai di lantai dasar, nampak Damar yang sibuk di pantry dengan menggunakan apron masak. Pria itu terlihat sangat lihai sekali menggunakan peralatan dapur. Serina perlahan mendekat . “Ma

  • Tetangga Mesumku, Ternyata Dosenku!   Bab 115

    Selesai makan, mereka masih belum beranjak dari sana. Serina dan Damar masih ingin menikmati suasana malam yang terasa tenang. Namun, hawa dingin mulai menyeruak menusuk kulit halus Serina. Serina yang hanya mengenakan dress lengan pendek pun mengelus lengannya yang terbuka untuk menghalau rasa dingin itu. Dan tentunya, hal itu tak terlepas dari pandangan damar. Tanpa mengucapkan apapun, Damar melepaskan jaket yang ia kenakan dan memakaikannya kepada Serina. “Eh...” Serina yang asik menatap jalanan itu pun seketika tersentak dengan tindakan Damar. “Pakai saja. Kamu pasti kedinginan.” ujar Damar. “Tapi, kamu juga pasti akan kedinginan nanti, Mas. Aku tidak masalah kok kalau...” Damar menajamkan matanya hingga membuat mulut Serina berhenti berbicara. Bahkan tanpa bersuara sedikitpun, Serina merasa terintimidasi dengan tatapan Damar itu. “Kamu suka makan di jalanan seperti ini?” tanya Damar. “Enggak juga sih. Dulu, aku malah jarang keluar. Aku lebih suka di rumah.” Damar m

  • Tetangga Mesumku, Ternyata Dosenku!   Bab 114

    Ini bukan kali pertama Serina menginjakkan kaki di apartemen ini. Ini kedua kalinya bagi Serina. Yang pertama dulu, sewaktu Damar menjemputnya ketika Serina pergi bersama dengn Vero. Dan setelah itu, Damar mengajak Serina datang kemari. Namun, ada memori yang tak terlupakan bagi Serina yaitu mereka menghabiskan waktu cukup lama di lantai dua. Dan tentu saja itu membuat Serina merasa malu sekali. “Kenapa dengan wajahmu? Kamu tidak suka tinggal disini?” tanya Damar. Serina akhirnya bergerak untuk duduk di samping Damar. “Kenapa kita tinggal disini? Aku hanya butuh jawaban itu.” Damar menyilangkan satu kakinya dan mulai menyalakan TV. Damar menyetel chanel TV yang tengah menayangkan berita penangkapan Abraham dan juga Aidan. “Kamu lihat itu.” Serina menatap ke layar dan betapa terkejutnya ia melihat Abraham dan Aidan yang di bawa oleh polisi. “J-jadi, mereka sudah di tangkap?” “Iya. Mereka sudah di tangkap.” “Secepat itu?” Serina bertanya dengan penuh kebingungan. “Mereka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status