Bita cepat menggoyangkan telapak tangannya di depan wajah Gelar, mencoba menepis tuduhan itu. "Bukan seperti itu, Mas. Kamu salah paham. Tadi hanya... Tidak sengaja lihat," ucapnya, diakhiri dengan kalimat lirih karena malu. Wajahnya terasa panas.Gelar tersenyum, senyum penuh makna yang membuat Bita semakin salah tingkah, namun ia tak melanjutkan godaannya. Ia menyudahi makanannya, menghabiskan air putih di gelas, dan melangkah menuju kursi sofa depan televisi."Mas mau dibuatkan minuman hangat? Jahe madu mungkin? Bisa untuk minuman relaksasi setelah lelah bekerja," tanya Bita dari arah meja makan, mencoba menawarkan kenyamanan lain sebagai istrinya.Gelar menjawab pendek. "Boleh."Lima menit kemudian, Bita meletakkan jahe madu hangat di meja depan Gelar, kemudian ia duduk di sebelah Gelar, menjaga jarak yang wajar.Keduanya terpaku menatap televisi tanpa kata. Bita akhirnya berinisiatif, karena teringat tugasnya. "Mas capek? Mau aku pij
最終更新日 : 2025-12-02 続きを読む