Dari awal Arsa pikir ia cukup kuat untuk menjaga jarak. Tapi malam itu, entah kenapa, Nara tampak berbeda.
Atau mungkin dirinya yang mulai rusak pelan-pelan.Nara berdiri di ambang pintu, lampu koridor jatuh di sepanjang rambutnya seperti garis cahaya yang menjebak siapa pun yang berani menatapnya terlalu lama. Rambutnya terurai lembut, sedikit kusut oleh angin sore, jatuh tepat di sisi wajahnya yang bening. Dan yang membuat Arsa kehilangan napas bukan rambut itu saja—m, melainkan cara Nara menyibakkannya, pelan, seperti gerakan yang tidak pernah ditujukan untuk siapa pun… tapi Arsa menangkapnya.Sial.Ada jeda dua detik di mana dunia terasa tidak masuk akal.
Arsa tidak bergerak.
Nara juga tidak.Hanya jarak itu, dua langkah, terlalu dekat untuk aman, terlalu jauh untuk disebut selamat.“Arsa…”
Nada suara Nara rendah, nyaris bergetar. Bukan takut, lebih seperti seseorang yang tahu dia sedang berdiri di ujung sesuatu, tapi tidak mundur.Arsa menarik napas, tapi aroma tubuh Nara mendahu
Dernière mise à jour : 2025-11-23 Read More