Lionel mengerjapkan mata beberapa kali.Cahaya pagi yang menembus celah tirai terasa menyilaukan, terasa seperti menusuk langsung ke retinanya. Kepalanya berat seperti dipukul palu, sementara setiap sendi di tubuhnya terasa ngilu.Dia mengerang pelan. Butuh beberapa detik sebelum kesadarannya benar-benar terkumpul. Lionel menoleh ke kiri, lalu ke kanan, mencoba mengenali ruangan tempat ia terbangun.Kamar hotel.Langit-langit putih, aroma sabun hotel yang samar, serta seprai yang kusut.Tapi, ada sesuatu yang terasa aneh.Lionel menurunkan pandangannya, dan matanya langsung membelalak. Tubuhnya polos tanpa sehelai benang pun.“Ya Tuhan," desis Lionel.Refleks, Lionel segera bangkit dari tempat tidur. Pakaiannya berserakan di lantai. Kemeja terlempar di dekat kursi. Celana di ujung ranjang, sementara sabuknya jatuh setengah tersembunyi di bawah meja.Jantungnya berdetak cepat saat buru-buru memunguti semuanya, dan mengenakan kembali pakaiannya. Semua dilakukan terburu-buru meski kepal
Read more