Begitu melihat celah di jalanan yang mulai lengang, Lionel langsung menginjak pedal gas lebih dalam. Mesin mobil meraung halus, melesat meninggalkan area parkir rumah duka.Begitu melihat ada celah di jalanan, Lionel tidak ragu menginjak pedal gas. Tidak sampai setengah jam, mobil yang mereka tumpangi sudah masuk ke dalam gerbang rumah mereka. Mesin dimatikan tepat di depan teras.Seakan tidak ingin memberi jeda terlalu panjang, Lionel langsung melepas seatbelt. Dia keluar dari mobil, berjalan memutar, dan membuka pintu untuk Meilissa. Tangannya terulur, menunggu.“Let’s go,” ujarnya sambil mengedipkan mata dengan menggoda.Meilissa menoleh, tatapannya bertemu dengan sorot mata nakal Lionel. Tertawa pelan, Meilissa lalu meraih tangan Lionel.“Genit,” gumamnya, berpura-pura marah.Lionel mengecup bibir Meilissa cepat, lalu menggandeng tangan istrinya masuk ke dalam rumah.“Lho? Tidak jadi ke pantai?” suara Bibi Emma menyambut dari ruang tengah.Wajahnya jelas menyiratkan kebingungan ket
Last Updated : 2026-03-26 Read more