"Kok selesai apa sih, An?" tanya Dila dengan kening berkerut. "Tentu aja dokumen yang tadi kamu bawalah. Emang apalagi?"Pertanyaan Andini membuat Dila kelepasan dan bicara seperti itu. Bagi Dila, saat ini sikap Andini tidak seperti biasanya. Ia lupa kini Andini adalah istri dari Presdir yang mempekerjakannya. Andini nyengir. "Ah, iya! Maaf aku nggak konsen, Mbak. Tadi aku udah serahin ke Pak Satria kok, terus udah aku jelasin sedikit.""Uhm.. Oke deh, makasih banyak ya, An," tutur Dila. "Oh ya, maaf ya An, aku tadi ngomong gitu. Aku kelepasan. Sampe lupa sekarang kamu istrinya Pak Satria." lanjut Dila. "Jangan marah, ya."Andini terkekeh, "Tau nih, Mbak Dila. Nanti aku aduin ke suami aku loh.""Ah, jangan dong An, nanti aku bisa dipecat sama Pak Satria. Aku janji nggak akan ngulangin lagi deh.""Gimana ya.. Maafin nggak ya," ucap Andini, sengaja meledek Dila. "Andini.. Jangan gitu dong, aku beneran cemas nih..," ucap Dila, wajahnya terlihat panik sekarang. Andini tertawa cukup ke
Read more