Andini langsung melirik. "Ih."Tak lama, Roland kembali dengan kantong plastik berisi mangga yang sudah dipotong."Sudah, Pak," ucapnya sambil menyerahkan ke belakang.Satria menerimanya terlebih dahulu, lalu membuka sedikit plastiknya. "Nih, kamu coba," pintanya, sambil menyerahkan kantong plastik tersebut kepada Andini. Andini mengambil satu potong kecil, lalu memasukkannya ke dalam mulut. Wajahnya langsung berubah."Hmm…" gumamnya."Gimana?" tanya Satria."Seger… manis juga," jawab Andini, lalu mengambil lagi satu potong.Satria tersenyum tipis melihat reaksinya. "Ya udah, berarti cocok."Mobil kembali melaju. Andini sesekali memakan mangga itu, sementara Satria kembali fokus ke tablet-nya.Beberapa menit kemudian, mobil berhenti di depan gedung kantor.Andini menoleh. "Aku duluan ya.""Iya. Hati-hati," jawab Satria singkat.Andini mengangguk, lalu membuka pintu dan turun. Sebelum menutup pintu, ia sempat melirik."Kamu juga hati-hati, dan jangan lupa makan siang."Satria hanya m
Read more