“Mana mungkin!’ Rara tertawa kaku, “Kalau pun bener karena aku, pasti karena–” ‘Karena dia sudah melampiaskan hasratnya padaku’ batin Rara yang tak ia suarakan. Wajahnya memerah, terlalu malu dengan isi pikirannya sendiri. Tapi, pasti benar begitu, kan? “Kamu mikirin apa?” kekeh Hana, membuat wajah Rara semakin memerah. Ia buru-buru mengalihkan pandangannya ke arah lain. “Pokoknya, kamu pasti salah duga aja!” seru Rara. Hana tertawa. Ia kembali menyenderkan punggungnya ke sofa dan menghela napas panjang. “Rasanya masih aneh tiap mikirin kamu sama ayah berhubungan,” ucap Hani. “Kami sudah tidak berhubungan, kok,” desah Rara. “Masa, sih?” Hani menelengkan kepalanya ke Rara. Entah kenapa, tatapan sahabatnya itu membuat Rara gugup. Rasanya ia sudah tahu ucapan yang akan dikeluarkan Hani. Tanpa sempat mencegahnya, Hani lebih dulu berkata, “Padahal,
最終更新日 : 2026-01-25 続きを読む