“Aku akan bekerja sama dengan tante,” Ucapan Septa itu membuat senyum puas terukir lebar di wajah Rachel. Mata wanita itu berkilat-kilat senang, tapi hal itu terlihat mengerikan di mata Septa. Ia menatap Rachel gusar yang kini terkekeh. “Pikiranmu sudah tercerahkan ya sekarang,” kekeh Rachel. Septa mendengus. “Jadi, apa yang kita lakukan sekarang?”“Hanya menunggu,” balas Rachel sambil menyesap tehnya dengan elegan, “Kemarin aku sudah memintanya untuk berpisah dengan Jefri dalam satu minggu ini, jadi sekarang kita menunggu kabar darinya,”Septa menaikkan alis. Tidak ia duga wanita itu sangat santai. Septa pikir, Rachel akan lebih beringas untuk memisahkan Rara dan Jefri. “Baiklah,” balas Septa akhirnya, “Lalu kalau dalam satu minggu ini mereka tidak berpisah, apa rencana tante?”Raut wajah Rachel berubah menggelap. Sudut bibirnya terangkat naik. Septa seketika merasa was-was melihat ekspresi Rachel. Perasaannya tidak enak. Septa buru-buru meminum teh pesanannya untuk merilekskan d
Last Updated : 2026-01-06 Read more