“Tidak!” seru Jefri, “Keputusan om sudah final. Tidak ada lagi perubahan!” “Kalau begitu, aku akan tetap memaksa sampai om berubah pikiran,” balas Rara tenang. “Rara!” “Ayah, tenanglah!” seru Hani yang segera memegang pundak Jefri, “Rara pasti punya alasannya sendiri makanya berkata begitu. Kita harus dengar alasannya dulu,” Jefri menghela napas kasar. Pria itu menenangkan dirinya sejenak lalu menatap lurus Rara. “Kenapa kau tiba-tiba berkata begitu?” tanya Jefri tenang, “Apa kau khawatir kalau om kalah nanti?” Rara menggeleng. “Kalau begitu, kenapa?” ulang Jefri. “Aku ingin membantu–” “Kamu sudah banyak membantu, Ra,” Rara menggeleng lebih kencang. Ia meremas erat celananya. “Mungkin, kata yang tepat bukan ‘membantu’,” ucapnya pelan, “Aku ingin menyelesaikan masalah ini sendiri, jadi aku ingin menuntutnya,” “Ini masalah kita bersama, bukankah kita sudah menyepakati itu dari awal?” desis Jefri. “Aku tahu! Tapi,” Rara meremas celananya lebih erat kemudian menghela napas pa
最終更新日 : 2026-02-03 続きを読む