Home / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 100: Tuntutan dari Rachel

Share

CHAPTER 100: Tuntutan dari Rachel

Author: Heiho
last update publish date: 2026-02-02 19:07:18

“Apa, sih,” gerutu Rara, berusaha menutupi jantungnya yang terlalu menggila. “Om kan bukan suka aku yang kayak gitu—”

“Suka,” potong Jefri. Ia menatap Rara serius.

“Om suka sama kamu, Ra. Dalam artian romantis,”

Rara menggigit bibir. Ia menatap Jefri yang kini mengangkat satu tangannya dan menempelkannya ke pipi Jefri. Rara menahan napas ketika Jefri menatapnya dengan tatapan sangat lembut.

Tatapan yang tidak pernah Rara lihat sebelumnya.

Rara memalingkan pandangan. Ia menggigit bibirnya sem
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 295: Ketidaktahuan

    “Apa yang Anda lakukan di sini?”Rara tersentak kaget. Ia mendongak dan kembali terkejut ketika melihat Merphilus di hadapannya.Pria itu sudah siap dalam balutan jas putihnya. Serasi dengan gaun pengantin yang dipakai Hani. Sama seperti Hani, Merphilus juga tidak kalah menawan. Rara yakin pria itu juga akan menjadi sorotan begitu acara berlangsung.Pikiran Rara mendadak buyar ketika melihat pria itu menaikkan satu alisnya. Menunggu jawaban Rara. Wanita itu seketika gelagapan.“Ah, itu …” Apa yang harus dia katakan? Haruskah dia jujur?Tapi, apa Merphilus tahu kalau Hani sebelumnya menyukai Leo? Bagaimana kalau pria itu ternyata tidak tahu dan malah terjadi apa-apa dengan pernikahan ini?Meski dari percakapan barusan, Hani sepertinya sudah tidak menyukai Leo. Tapi, ia tetap takut kalau terjadi sesuatu hal yang buruk nanti!“Apa Hani bersama orang penting di dalam sana?” tanya Merphilus lagi.“Eh, iya—”“Apa dia bersama Tuan Leo?”Rara kembali tersentak. Kebingungan semakin menjalari

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 294: Terima Kasih

    “Apa? Apa yang Nona katakan tadi?”Hani menatap sejenak Leo yang merengutkan wajahnya. Ia menatap sang perempuan dengan bingung dan aneh, seolah Hani baru saja mengatakan hal yang tidak masuk akal.Hani mendengus pelan. Sudut bibirnya tertarik semakin lebar. Tentu saja Leo akan menunjukkan reaksi tersebut. Ini adalah hal yang sudah ia duga.Sejujurnya, Hani tidak ada rencana untuk mengungkapkan hal tersebut. Tapi, setelah mengenang hal-hal barusan, ia jadi teringat belum memberikan ending untuk perasaannya ke Leo.Karena itu, dia ingin menyelesaikannya sekarang.“Om pasti sudah mendengar cerita awal mula aku dan Tuan Merphilus dari a

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 293: Pengungkapan

    Satu bulan kemudian.Hani menatap pantulan dirinya di depan cermin. Tatapan matanya terlihat sedikit tidak percaya melihat penampilannya sekarang.Ia terlihat …. Sangat berbeda.Bukan dalam artian buruk. Justru karena saking bagusnya, Hani tidak memercayai wajah cantik di cermin itu adalah dirinya sendiri. Penata rias benar-benar melakukan pekerjaan yang bagus!“Apa gaunnya terasa nyaman, Nona Hani?”Hani menoleh ke belakang. Menatap para penata busana yang tadi membantunya untuk memakaikan gaun pernikahan. Ia mengulas senyum lalu mengangguk pelan.“Sudah sangat nyaman. Terima kasih banyak,” ucapnya.Para penata busana itu seketika tersenyum cerah. Wajah mereka terlihat sumringah. Salah satu staf kemudian berceletuk,“Anda terlihat sangat cantik hari ini, Nona! Kalian berdua pasti akan terlihat sangat indah di altar nanti.”Staf yang lain mengangguk-angguk, menyetujui ucapan rekan mereka. Sementara Hani tersenyum kaku. Tidak tahu harus menjawab apa selain ‘terima kasih’ yang terdengar

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 292: Sebulan Lagi

    Hani tersentak. Wajahnya memerah padam. Ternyata Merphilus masih mengingat janjinya itu!Hani tentu saja tidak melupakan hal itu. Bahkan, sejak mereka bertemu tadi, benaknya sudah terbayang-bayang dengan janji tersebut.Tapi, ia tidak ingin mengungkitnya lantaran malu. Hani sendiri juga masih belum siap untuk melakukannya meski sudah sering berlatih. Karena itu, dia berharap Merphilus tidak akan mengingatnya.Tapi, sepertinya memang mustahil untuk menghindar dari Merphilus …. Pria itu selalu mengingat segala hal bahkan dulu saja begitu.Terkutuklah Merphilus dan ingatan jangka panjangnya!“Kenapa kamu diam sekarang, hm?”

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 291: Menagih Bayaran

    “Jadi, bagaimana?”Jefri menegakkan badannya. Menyedekapkan tangannya. Ia sedikit memiringkan kepalanya, menatap dua insan di hadapannya dengan wajah datar.“Apa kita lanjut membahas pernikahannya sekarang?” ucap Jefri melanjutkan. Hani menelan ludah. Melirik Merphilus yang duduk di sebelahnya. Setelah lamaran yang menghebohkan itu, Jefri segera membawa mereka ke kamar VIP yang jauh dari aula. Acara sudah terlanjur chaos karena perbuatan Merphilus, jadi rasanya tidak memungkinkan untuk dilanjutkan. Karena itu, ia menugaskan Leo untuk mengurus sisa jalannya acara.Situasi sekarang sangat mirip dengan sebelumnya. Saat Jefri memberikan syarat kepada mereka. Bedanya, sekarang ada Rara di sisi Jefri. Hal itu membuat suasana tidak se-mencekam sebelumnya. Bahkan, melihat Rara tersenyum-senyum berkebalikan dari Jefri, membuat Hani merasa lebih tenang.“Kalau begitu, apa saya sudah lulus dari syarat Anda?” tanya Merphilus balik. Membalas tatapan datar Jefri. Ia terlihat lebih berani dan per

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 290: Lamaran

    “Dengan ini, saya serahkan jabatan Direktur Nickelson Suite kepada putri saya, Hani Nickelson. Semoga perusahaan ini tetap berjaya di bawah pimpinannya.”Suara tepuk tangan bergema kencang di aula hotel. Wajah-wajah sumringah dan senang terpancar dari para tamu. Mata mereka menatap antusias Hani yang naik ke atas panggung.Hani menyisir pandangannya ke seluruh aula. Ada banyak sekali tamu yang hadir, sepertinya jumlahnya lebih dari ratusan. Hal itu membuat Hani sedikit gugup. Apalagi kalau mengingat dia lah yang sekarang harus menjaga kerja sama dengan orang-orang tersebut!Hani berdiri berhadapan dengan Jefri. Ayahnya itu tersenyum, menatap Hani dengan pancaran kasih sayang dan keteduhan.Sa

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 60: Karet Rambut Rara

    [Ayo kita ketemu malam ini, Tan]Rachel menyeringai lebar saat melihat pesan yang dikirimkan Septa. Ia menaruh kembali ponselnya dan bersenandung pelan. “Anda terlihat senang, nyonya,” ucap penata riasnya yang sedang membersihkan make-up di wajah Rachel. Wanita itu memang baru

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 50: Apa Aku Salah Lihat?

    “Pokoknya jangan salahkan aku kalau kakimu keinjek, ya!”“Aku tinggal injek kakimu balik,” balas Septa sambil tertawa. Rara mendengus dengan senyum geli di wajahnya. Ia memerhatikan tangannya yang berpegangan dengan tangan Septa. Ia tiba-tiba teringat dengan latihan d

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 49: Jarak di Antara Kita

    Rara dan Septa ikut menolehkan kepala ketika mendengar suara riuh para tamu ke pintu aula hotel. Napas Rara tercekat ketika melihat Jefri melangkah masuk bersama Rachel dan Hani. Ketiganya berpegangan tangan dengan posisi Hani berada di tengah.Warna busana mereka adalah merah maroon. Je

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 43: Pasangan Jefri

    “Hahh?” alis Rara mengerut semakin dalam, “Jangan ngomong aneh-aneh!” dengusnya. Septa tertawa, “Harusnya di momen kayak gini kamu langsung salah tingkah, Ra!”Rara menggeleng-geleng. Bagaimana bisa ia salah tingkah ketika ia tahu Septa adalah orang yang suka bercanda?Apalagi, ajakannya tadi sang

    last updateLast Updated : 2026-03-21
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status