“Kenapa?” tanya Jefri dengan nada agak datar, “Rara sudah lama tidak libur. Jadi, harusnya dia diperbolehkan untuk mendapatkannya, kan?”Sandra menyipitkan matanya. Ia mengangkat dagunya, menantang Jefri yang menatapnya dingin. “Kami kekurangan pekerja. Bukankah anda sendiri tahu itu?” desis Sandra. “Hmm,” Jefri terlihat berpikir sejenak. Ia bergumam pelan, “Kekurangan pekerja, ya?”Pria itu lalu tersenyum lebar, “Saya bisa memberikan pekerja untuk menggantikan Rara,”“Apa?” Sandra terbelalak. Ia menatap Jefri tidak percaya. Pria itu sangat bersikeras!“Pekerja saya ada banyak. Saya bisa mentransfer beberapa kesini. Anda bebas mau berapa,” Jefri mengangkat bahunya santai. Sandra ternganga. Pria itu gila! Ia benar-benar melakukan apa pun agar bisa pergi bersama Rara!“Om, sudahlah,” Rara mendesah, “Aku ini karyawan kak Sandra. Kalau kak Sandra bilang tidak boleh, aku akan menurutinya,”“Tapi, kamu ter
Read more