SRET“Lengan gaun anda terlalu turun, nona,” ucap Leo. Hani bisa merasakan tangan pria itu mulai menaikkan sedikit lengan gaunnya. Jantung Hani berdebar kencang. Dari jarak sedekat ini, ia bisa mencium lagi bau musk pria itu, membuatnya sedikit mabuk. ‘Apa ia akan mendekat lagi?’ batin Hani dengan jantung yang semakin berdebar. Tapi, tidak sesuai dugaan Hani, Leo justru kembali mundur ke belakang. Hani membuka matanya perlahan saat tidak lagi mencium wangi tubuh Leo. Ia mengerjap-ngerjapkan mata melihat senyum puas di wajah Leo. “Sepertinya gaun ini paling cocok untuk acara nanti, nona,” ucap Leo, “Gaunnya juga tidak terlalu panjang, jadi tidak akan menyulitkan anda saat berdansa nanti,”“O-oh, benar,” jawab Hani kikuk, “Aku akan memakai ini saja kalau begitu,”Leo mengangguk. “Kalau begitu, saya akan melipat gaun anda,” ucapnya lalu berbalik badan. Ia kembali berjalan menuju sofa, tempat tumpukan gaun Hani berada.
Read more