“Nona beneran habis dari rumah teman?”“Beneran, kok!”Mata Leo menyipit curiga, “Sungguhan?”Hani menelan ludah. “Iya, sungguhan!” ucap Hani dengan tampang sungguh-sungguh ke Leo.Leo menatap lamat-lamat gadis di depannya. Ia menghela napas pelan lalu akhirnya mengangguk, berusaha mempercayai ucapan anak bosnya itu. “Baiklah kalau begitu,” desahnya, “Tapi, kenapa nona tiba-tiba pergi bermain bersama teman?”‘Karena om sedang bermesraan dengan tunangan om,’ “Soalnya, aku tiba-tiba bosan. Jadi, mau main sama temanku saja,” balas Hani yang berbeda dari suara batinnya. “Begitu, ya,” Leo kembali mendesah, “Maafkan saya, nona. Saya kemarin perginya kelamaan, ya?”Hani tersentak. Ia tidak menyangka Leo akan sadar diri seperti itu! Hani pikir, Leo tidak akan mengungkit hal itu. Kebingungan menjawab, Hani akhirnya meringis. Ia berkata sesantai mungkin, “Lumayan, sih. Tapi, bukan karena itu kok aku jadi kepin
Read more