Sandra tak langsung bereaksi. Ia mematung, mencerna ucapan Rara sebaik mungkin. Bukan wali resmi? Mendadak, ia teringat dengan pernyataan perasaan Jefri waktu itu. Pria itu sama sekali tidak menutupi perasaannya ke Rara di depan Sandra. Kalau ucapan Rara ini benar, pantas saja dia begitu. Meski Sandra rasanya masih tetap geli dengan pria itu. “Maaf karena selama ini aku membohongi kakak,” ucap Rara yang menarik Sandra dari lamunannya, “Ada alasan pribadi aku melakukannya. Jadi, aku terpaksa membohongi kakak,”Alasan pribadi? Alasan pribadi apa?Sandra rasanya ingin sekali bertanya!Tapi, ia menghormati batasan privasi Rara. Jadi, ia berusaha menahan dirinya sebisa mungkin. “Begitu, ya,” tanggap Sandra akhirnya, “Kalau begitu, kalian bisa dekat karena kamu sering bermain dengan sahabatmu itu saja?”Rara mengangguk, “Aku sering bermain ke rumahnya terus jadi sering bertemu om Jefri. Makanya aku bisa kenal dekat dengan om,”Sandra mengangguk-angguk. DIpikir-pikir, situasi ini cukup
Baca selengkapnya