"Kamu mungkin belum sempat melakukan banyak hal untuk Nunu. Tapi, kamu sudah membawanya sampai sejauh ini. Itu bukti kamu menyayanginya." Mareeq memeluknya lebih erat.Naomi menangis dalam diam. Mareeq membiarkannya.Tidak ada kalimat yang bisa mengembalikan Nunu. Tidak ada pelukan yang bisa menghapus rasa kehilangan itu. Tetapi untuk saat itu, Mareeq hanya ingin Naomi tahu satu hal. Ia tidak perlu melewati kesedihan itu sendirian.Di luar kamar, lorong rumah sakit masih cukup sepi. Claudia berdiri beberapa meter dari pintu. Awalnya ia datang karena ingin mengikuti Mareeq.Dan tanpa sengaja, Claudia mendengar percakapan mereka. Claudia membeku. Ia menatap pintu. Jadi Naomi keguguran.Untuk sesaat, perasaan Claudia benar-benar berubah. Ia merasa prihatin.Bagaimanapun, kehilangan seorang bayi bukan sesuatu yang pantas dianggap remeh. Terlebih dari suara Naomi yang terdengar begitu hancur, jelas perempuan itu sangat terpukul.Namun bebe
Leer más