Lampu-lampu jalan mulai menyala, memenuhi jalanan kota yang perlahan dipadati kendaraan pulang kerja. Beberapa menit berlalu. Baru setelah mobil memasuki jalan utama, Mareeq memecah keheningan."Lapar?"Naomi menoleh. "Hm?""Aku belum sempat makan." ujar Mareeq.Naomi menghela napas kecil. "Aku sedang tidak ingin makan.""Bicara bisa sambil makan. Hari ini pengin makan apa?" tanya Mareeq tidak peduli apa yang dikatakan Naomi.Naomi berpikir beberapa detik. Ia menatap keluar jendela. Mareeq mengetukkan jarinya pelan di setir. Ia kembali melirik Naomi."Kalau aku yang pilih, nanti nggak boleh protes."Naomi menoleh. Dia langsung bisa menebak. Pilihan yang dimaksud Mareeq pasti bukan tempat makan biasa. Selama mengenalnya, pria itu selalu memilih restoran yang tenang, pelayanannya bagus, dan tentu saja mahal.Naomi menggeleng pelan. "Jangan.""Kenapa?" tanya Mareeq."Aku lagi nggak pengin masuk restoran."
Leer más